Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI)
mendukung pemerintah melakukan siaran digital bagi masyarakat di
perbatasan. Rencananya, siaran digital di perbatasan ini akan
diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Sabtu (31/8/2019) mendatang di Nunukan,
Kalimantan Utara.
Direktur
Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Latif
mengatakan siaran digital bagi masyarakat di perbatasan sejalan dengan upaya
mewujudkan pemerataan sinyal telekomunikasi di seluruh Indonesia. Sampai ke
pelosok yang ditargetkan terwujud tahun 2020.
“Sebagai bagian dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), BAKTI
yang ditugaskan membangun prasarana telekomunikasi di area terdepan, terluar
dan tertinggal (3T) maka siaran digital merupakan hal yang kami
dukung penuh,” ujarnya.
“Kita pilih Nunukan karena di situ ada penyiarannya, ada telekomunikasinya, ada
internetnya. Kalau kita tidak hadir di sana mereka biasanya akan menonton TV
negara tetangga. Kalau dibiarkan ada ketertinggalan informasi. Jangan
meninggalkan saudara-saudara kita yang ada di perbatasan,” tegas Anang Latif.
Hal ini dilakukan, lanjutnya, demi mewujudkan target Nawacita
pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia dari pinggiran
dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
Direktur
Penyiaran Kemenkominfo, Geryantika Kurnia menuturkan Nunukan di
Kalimantan Utara dipilih Kemkominfo sebagai program pertama Digitalisasi
Perbatasan karena di Nunukan belum memiliki fasilitas 4G seperti
halnya di wilayah Pulau Jawa.
Dia memuji
upaya BAKTI dalam membangun sarana dan prasana telekomunikasi di perbatasan
sehingga mampu mencapai layanan fasilitas 3G. Sehingga selain kegiatan di Nunukan,
Presiden akan hadir ke daerah Krayan yang berjarak sekitar 45 menit dari Nunukan menggunakan
helikopter.
“Nanti di
Nunukan, kami akan mencoba menggunakan fasilitas komunikasi yang telah dibangun
BAKTI dengan susah payah dengan melakukan telekonferensi antara Nunukan ke
Agats, Papua,” tutur Geryantika Kurnia.
Untuk mensukseskan Siaran Digital di perbatasan, Geryantika
menuturkan saat ini di Nunukan telah tersedia fasilitas milik LPP
TVRI yang berada di 17. Selain mencoba siaran digital di perbatasan
Kalimantan, pemerintah akan mencoba melakukan siaran digital di Batam
yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia.
Dalam catatan
Geryantika bulan lalu Malaysia sudah bermigrasi dari siaran analog ke siaran digital sementara
Indonesia meski telah siap belum melakukan migrasi. Padahal kesiapan sarana dan
prasarana siaran digital yang secara ekonomis telah siap seharusnya
digunakan bersiaran oleh televisi swasta Indonesia.
“Itung-itungan,
biaya sewa Mux milik TVRI jauh lebih ekonomis dibandingkan jika televisi swasta
melakukan produksi siaran analog. Selain itu untuk memperbanyak konten
berkualitas, Kemkominfo mempermudah ijin konten digital,” tuturnya.
Ketua KPI Pusat, Agung Suprio memastikan pihaknya mendukung
penuh upaya pemerintah dalam pemerataan informasi hingga ke wilayah perbatasan
sebagai upaya pertahanan nasional.
“Saya membuka
catatan lama, KPI Pusat sejak pengurus sebelumnya konsisten mendukung konten
lembaga siar yang ditujukan bagi wilayah perbatasan. Untuk itu kami mendorong
dan mendukung diwujudkannya siaran digital bagi masyarakat di
perbatasan,” tuturnya.
Tentang BAKTI Kominfo
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) merupakan unit organisasi non-eselon di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menerapkan pola keuangan Badan Layanan Umum, berada dibawah dan bertanggungjawab kepada menteri. BAKTI memiliki tugas melaksanakan pengelolaan pembiayaan Kewajiban Pelayanan Universal dan penyediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi dan informatika. Program yang dilakukan BAKTI antara lain Palapa Ring (BAKTI Paring), Penyediaan Akses Internet (BAKTI Aksi), Penyediaan BTS (BAKTI Sinyal) dan Satelit Multifungsi (BAKTI Satria)
Sumber: tribunnews.com/techno (230819)